MEDIA DAKWAH TPQ TAHFIZHULQUR'AN HABIBUSSHOLIHIN BANYU URIP LOR SURABAYA [12/07/2012]

Kerusakan orang-orang yang menyebut Syeikh Abdul Qadir tanpa berwudhu

Hasil gambar untuk Foto syeikh abdul qodirDalam kitab Kanzil Ma'ani diriwayatkan bahwa Syekh Abdul Qodir pada waktu pertama kali beliau menerima pangkat kewaliannya, beliau diliputi dengan sifat Jalaliyah Alloh, yakni sifat Keperkasaan-Kesaktian. Oleh karena itu namanya menjadi sangat sakti. Kesaktiannya telah terbukti bagi orang yang menyebut nama Syekh Abdul Qodir dengan bersikap secara tidak sopan, menyebut nama beliau dengan tidak punya wudhu, akan putus lehernya.

Pada waktu berjumpa dengan Rosululloh SAW., Rosul berpesan: "Wahai Abdul Qodir, sikap perilakumu itu jangan kau lakukan lagi, banyak yang menyebut nama Alloh dan namaku, mereka tidak bersifat sopan".

Setelah menerima amanat beliau, saat itu juga sikap perbuatan itu beliau tinggalkan.

Banyak ulama Baghdad yang menghadap Syekh Abdul Qodir, mereka mengharapkan agar beliau melepaskan sikap perbuatan itu, mengingat banyak yang menjadi korban, dan merasa iba terhadap mereka. Syekh Abdul Qodir berkata :"Sesungguhnya hal ini bukanlah keinginan saya, saya menerima sabda dari Alloh yang isinya: "Kamu sudah mengagungkan nama-Ku, namamu juga ku agungkan".

Para alim ulama mengemukakan yang menjadi sebab nama Syekh Abdul Qodir itu sangat sakti karena beliau selalu membaca Saefi Hizbul Yaman karangan Sayyidina Ali Karromallohu Wajhah.


اللهم انشر عليه رحمة ورضوانا وءمدنا باسرره فى كل وقت ومكان

alloohhummansyur 'alaihhi rohmataw waridhwaana waamiddana bi asrorihhi fii kulli waqti wamakaan

Para Ulama Bagdad Berkumpul Menguji Keilmuan Syeikh Abduadir.

Hasil gambar untuk Foto syeikh abdul qodirSyekh Abu Muhammad Al-Mufarroj meriwayatkan , pada waktu saya ikut hadir di majelis Syekh Abdul Qodir, seratus orang ulama Baghdad telah berkumpul masing-masing membawa berbagai masalah untuk menguji Syekh, lalu beliau menundukkan kepalanya, maka tampaklah oleh mereka cahaya laksana kilat keluar dari dada beliau.

Kemudian cahaya itu menghampiri dada tiap para ulama tadi, spontan mereka menjadi gemetar kebingungan dan nafas mereka naik turun, lalu mereka berteriak dengan teriakan yang sama, baju yang mereka pakai mereka robek-robek sendiri, demikian pula sorban yang mereka pakai, mereka lemparkan sendiri, lalu mereka mendekati kursi Syekh dan di pegangnya kaki beliau, lalu masing-masing bergiliran meletakkan kaki Syekh di atas kepala mereka.

Pada saat itu suasana menjadi gaduh dan hiruk pikuk. Lalu Syekh memeluk dan mendekap para alim ulama itu seorang demi seorang, dan masalah yang akan dikemukakan mereka satu-persatu dijawabnya dengan tepat dan jelas serta memuaskan. Mereka menjadi tercengang serta kagum atas kepintaran dan kehebatan Syekh dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang tadinya akan mereka tanyakan.

Misteri hilang nya seribu kitab karya Syeh Abul Qosim Qusairy Ra.


Hasil gambar untuk foto ulama abul qusyairiSyeh Abul faroj ibnu Jauzi Ra, meriwayatkan sebuah kisah yg sangat unik di sebagian karya tulisnya. Bahwasanya Syeh Abul Qosim Al Qusairi Ra beliau bermukim lama di sekitar pinggir sungai, dan beliau adalah termasuk Ulama yg memiliki Akal yg cemerlang, yg paling Alim di masanya dalam ilmu syariat dan hakikat. Beliau telah menulis seribu kitab dan berbagai macam fan ilmu, dan beliau di temani dgn seorang murid yg tak pernah berpisah dgn nya meski hanya sesaat. Pada suatu hari Syech mengeluarkan semua kitabnya yg seribu, lalu menyimpan nya ke dalam peti dgn di sertai satu Mushaf Al Quran di dalam nya, kemudian menguncinya rapat2 agar tak seorang pun dapat membukanya.

 Lalu Syeh berkata kepada murid nya, " Ambilah peti itu, dan bawa ke pinggir sungai, setelah itu lemparkan lah peti itu ke tengah sungai." Lalu sang murid itu pun mengambil peti tsb, dan membawanya ke pinggir sungai, namun dlm hati sang murid di penuhi dgn keraguan dan keanehan atas apa yg di perintah oleh sang Syeh. Ia berkata dalam hatinya, " Bagaimana aku harus membuang kitab2 ini kesungai, sedang syeh telah menghabiskan banyak umur nya hanya untuk menulis kitab kitab itu." Dalam kegelisahan itulah Akhirnya sang murid, tak tega hati untuk membuang kitab2 nya, dan kemudian ia pergi ke rumahnya dan menyimpan semua kitab2 tsb di rumahnya.

Lalu ia kembali kepada Syeh Qusairi. Dan Syeh pun bertanya : " Bagaimana sudah kamu lempar semua kitab2 itu ke sungai?... Dgn perasaan takut sang murid menjawab: " Sudah wahai Syeh, perintah mu sudah aku laksanakan." Lalu Syeh berkata lagi, " Apa yg kamu saksikan, ketika kamu melemparkan kitab2 itu?... Tanya syeh menyelidik... Sang murid berkata _ aku tak melihat apa apa Syeh. (dlm hati si murid merasa, bahwa Sang Syeh tahu kalo dirinya itu berbohong) . Lalu sang Syeh berkata: " Hmmm,,, kalo begitu kamu belum lemparkan kitab2 itu, pergilah, ambil2 kitab2 itu dan lemparkan segera ke sungai. 

Dengan perasaan serba salah akhirnya sang murid menuruti perintah syeh nya, dan melemparkan kitab2 itu ke tengah sungai. Lalu sang murid pergi ke ke rumahnya, dan mengambil peti yg berisi kita2 Sang syeh, dan melemparkan nya ke sungai. Namun sebuah keajaiban datang, sebelum kitab2 itu jatuh ke air, muncul lah sebuah tangan dari air dan menangkap peti tsb dan mengambilnya ke dlm Air. Dgn perasaan yg kaget, si murid itu berkata, wahai kamu itu siapa? Lalu tangan itu berkata : Aku adalah hamba Allah, yg di perintah Allah, untuk menjaga kitab2 ini, setelah itu hilang bayangan tangan, dan masuk ke dalam air. Dengan perasaan yg kaget dan takut, sang murid segera berlari menemui sang Syeh, dan menceritakan apa yg telah di lihat nya barusan.

Lalu sang syeh berkata : Nah sekarang, kamu telah melaksanakan perintah ku." Setelah kejadian tsb, sang murid mengalami keguncangan jiwa, krn tidak mengerti akan apa yg telah terjadi, dan ia tak berani menanyakan nya langsung kepada Syeh nya, Berhari hari ia sakit, dan trus berfikir tentang apa yg sudah terjadi dan apa yg sudah ia saksikan tentang penampakan tangan yg keluar dari dalam Air. dan Akhirnya sang syeh membuka sebuah rahasia, yg tidak dapat kami sampaikan disini, apa itu, karena mengandung hakikat yg dalam, dari sebuah perjalanan, mungkin dgn berjalan nya waktu kami akan beri tahu apa hikmah di balik itu semua. Wallahu A'lam Bi shoab

Nabi Khidir, Nabi Berumur Panjang yang Hidup Hingga Akhir Zaman

Hasil gambar untuk foto nabi khidir Nabi Khidir adalah seorang nabi yang diyakini memiliki umur paling panjang dan masih hidup hingga kini, ternyata rahasia Nabi Khidir bisa berumur panjang telah banyak digali oleh para ahli berdasarkan beberapa cerita. Namun semua cerita itu merupakan sesuatu yang masih masih misteri dan kebenarannya masih dipertanyakan. Seperti apakah ceritanya?
Ada beberapa fakta yang membuktikan kebenaran Nabi Khidir masih hidup hingga kini yaitu:
1. Syaidina Ali mengaku pernah melihat Nabi Khidir berada di Ka’bah.
2. Salah seorang murid Syeikh Abu Hasan yaitu Al-Murshi mengaku pernah bertemu dengan Nabi Khidir dan bahkan telah bersalaman dengannya. Dia bertanya kepada Nabi Khidir bagaimana keadaan arwah-arwah orang muslim yang telah meninggal dunia, apakah mendapat siksaan atau tidak.
3. Abul Hasan asy-Syadzili mengaku pernah bertemu dengan Nabi Khidir di padang Aidzab.
4. Umar bin Sinan pernah berpapasan dengan Ibrahim al-Khawwash yang menceritakan bahwa dirinya pernah bertemu dengan Nabi Khidir dalam perjalanannya.
Kira-kira berapa usia Nabi Khidir hingga saat ini? Wallahua’lam hanya Allah yang tahu, namun jika diperhitungkan kira-kira sekitar lebih dari enam ribu tahun.
Ainul Hayat, Inilah Rahasia Nabi Khidir Bisa Berumur Panjang
Nabi Khidir adalah nabi yang masih hidup hingga kiamat datang, Nabi ini dinamakan Khidir yang berarti hijau karena kedatangannya selalu membawa kehijauan disekitarnya, rumput yang awalnya kering akan menjadi hijau subur jika didatangi Nabi Khidir. Berikut adalah ulasan singkat cerita/legenda rahasia umur panjang Nabi Khidir AS hingga akhir zaman:
Ada seorang raja penguasa wilayah barat dan timur yaitu Raja Iskandar Zulkarnain, raja ini sangat disegani dan ditakuti karena dapat manaklukan berbagai wilayah dari barat hingga timur. Namun meskipun demikian raja ini tidak sombong dan merupakan salah seorang hamba Allah yang taat. Pada tahun 322 SM, Raja Iskandar Zulkarnain mengadakan perjalanan untuk mengelilingi bumi dan ditemani oleh Malikat Rofi’il. Dalam perjalanannya sang raja bertanya kepada malikat bagimana ibadahnya para penghuni langit dan malaikat pun menjelaskan bahwa para penghuni langit beribadah ada yang bersujud terus hingga akhir zaman dan ada yng bertakbir terus hingga akhir zaman. Mendengar hal itu sang raja ingin seperti para penghuni langit yang bisa beribadah hingga akhir zaman.
Malaikat Rofi’il memberitahu kepada Raja Iskandar Zulkarnain bahwa sesungguhnya Allah telah menciptakan sumber mata air yang suci, jika seseorang meminum air dari mata air itu maka ia akan kekal hingga akhir zaman kecuali jika ingin dimatikan. Namun mata air tersebut berada di bagian belahan bumi yang sangat gelap. Mata air itu bernama Ainul Hayat, inilah mata air rahasia panjang umur dari Nabi Khidir. Raja Iskandar Zulkarnain kemudian mengumpulkan semua ahli yang ada diseluruh negeri untuk menafsirkan dimana letak tepatnya Ainul Hayat berada dan salah seorang diantaranya mengetahui bahwa letaknya adalah dibagian tempat terbitnya matahari.
Raja Iskandar Zulkarnain beserta rombongannya mencari tempat tersebut dan menemukannya, salah satu diantaranya rombongannya adalah Nabi Khidir yang juga pernah menjabat sebagai perdana menteri. Setelah menemukan tempat Ainul Hayat, sang raja membawa pasukan khusus untuk masuk bersamanya dan dalam pasukan itu Nabi Khidir ikut bersamanya. Mereka menempuh perjalanan selama 18 hari didalam gua itu tanpa melihat sinar matahari sekalipun.
Dalam perjalanan itu Nabi Khidir mendapat wahyu dari Allah bahwa Ainul Hayat terletak di tepi kanan jurang dan hanya diperuntukkan untuknya saja. Setelah menerima wahyu itu, Nabi Khidir kemudian menuju ketempat Ainul Hayat sendirian dan meminumnya tanpa sepengetahuan Raja Iskandar Zulkarnain. Itulah sekilas cerita singkat tentang mata air Ainul Hayat yang merupakan rahasia Nabi Khidir bisa berumur panjang hingga akhir zaman.

Uasana Tadarus al-Qur'an